Kamis, 10 Februari 2011

Tugas 1



PEREKONOMIAN INDONESIA

Koperasi di Indonesia ( perdagangan usaha mikro kecil )
Koperasi adalah tumpuan utama dalam pembangunan ekonomi mikro yang dapat menciptakan lapangan kerja serta mengurangi tingkat kemiskinan dan pengagguran.Namun kini pada kenyataannya koprasi simpan pinjam di Indonesia cukup sulit, meski banyak koprasi pada sisi yang kuat dan menguntungkan namun lebih banyak lagi yang berada dalam kondisi lemah dan sangat tergantung dari dana pemerintah.
Dan di bentuklah organisasi profesi KUKMI (Kerukunan Usaha Kecil Menengah Indonesia) 22 november 1979 yang kini diketuai oleh DR. H.M. Azwir Dainy Tara. Adalah wadah usaha mikro kecil dan menengah serata koperasi menghadapi segala tantangan, terutama persaingan di era pasar bebas dengan mmenerapkan berbagai program yang aplikatif, langsung memenuhi kepentingan masyarakat, sekaligus tuntunan siap berhadapan dengan era pasar bebas yang mengglobal tersebut. Tujuannya menanmpung aspirasi usaha kecil dan menengah yaitu terpenuhinya akses permodalan untuk pemerataan kesempatan berusaha. Mempercepat terwujudnya ekonomi kerakyatan dan demokratisasi ekonomi.Target yang dicapai adalah ektensifikasi usaha dan instrument keuangan untuk mempercepat peningkatan pemberdayaan UKM, dan permodalan.
Sebagai contoh adalah, Pertumbuhan ekonomi Propinsi Sumatera Barat yang lebih dari 4 persen per tahun, seluruhnya merupakan sumbangan sektor usaha kecil, karena di sana memang tidak ada usaha-usaha besar. Masyarakat Sumatera Barat membudidayakan padi sawah, perkebunan berkala kecil (buah-buahan, sayur-sayuran), perikanan darat, ternak dan industri kerajinan namun ternyata mampu mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 4 persen. Ini merupakan bukti nyata kalau UKM sangat kuat. UKM ini jugalah yang meneopang masyarakat Sumatera Barat pada saat krisis, sehingga mereka hanya sedikit mengeluh.Untuk menumbuhkembagkan UKM di Sumatera Barat, bantuan apa yang seharusnya Disediakan pemerintah.
Perkembangan pesat terlihat di sub sektor agribisnis, khususnya sayur-mayur yang berhasil dikirim ke daerah lain seperti Batam, Dumai, Pekanbaru, Bengkulu dan Jambi. Demikian juga dengan buah-buahan yang cukup terkenal dari Sumatera Barat, seperti duren, mangga, manggis atau jeruk yang sudah di pasok ke berbagai daerah, bahkan kwalitasnya sudah dapat memenuhi standar restoran pada berbagai hotel. Demikian juga dengan dengan sub sektor perikanan yang berkembang pesat seperti peternakan ikan mas, mujahir, dan lele yang dipasok ke Pekanbaru, Jambi hingga Bengkulu. Usaha-usaha ini perlu dibantu pemerintah, khususnya dalam bidang permodalan untuk peningkatan produksi dan kualitas, serta pengembangan usaha.

Baru-baru ini, kita mendengar adanya dana Rp 40 triliun yang disediakan BI untuk membantu UKM. Apakah dana ini tidak dapat dimanfaatkan.

Dana itu sendiri dikatakan disalurkan melalui bisnis program bank-bank swasta besar dan bank-bank BUMN. Dan dengan demikian, penyalurannya juga tetap dengan syarat-syarat perbankan. Hal inilah yang dulu mendorong kita untuk membentuk Perusahaan Nasional Madani (PNM). Akan tetapi, belakangan ini perusaahaan itu pun sudah melenceng dari misi sebagai lembaga alternatif pebiayaan UKM, tetapi sudah membiayai perusahaan inti plasma yang dimiliki perushaan-perusahaan besar.


Bagaimana bila mengefektifkan Bank Perkreditan Rakyat sendiri?

Hakikat BPR bagus, akan tetapi karena meraka mendapatkan pinjaman dari bank induk dengan bunga yag besar, maka mereka pun harus meminjamkan dengan bunga yang tinggi, sekitar 3-4% per bulan. Tentu hanya beberapa orang saja yang sanggup menanggung bunga kredit sebesar 30-40% per tahun.

Nah setelah kita tau keadan koperasi yang sebenarnya sangat berpengarug terhadap perekonomian Indonesia, kini kita akan mengetahui lagi lebih dalam dasar tentang apa itu koperasi, dan apa saja macam-macamnya.


Pengertian koperasi
a. Koperasi adalah badan usaha, artinya lembaga yang mengelola usaha. Misalnya, usaha pertokoan, produksi barang, jasa simpan pinjam dan
usaha perkreditan.
b. Koperasi ada yang beranggotakan orang, ada pula yang beranggotakan badan hukum koperasi. Maksudnya koperasi ada yang beranggotakan
orang-orang ada pula yang beranggotakan beberapa koperasi yang telah berbadan hukum. Badan hukum koperasi artinya koperasi yang telah diakui oleh pemerintah sebagai lembaga hukum. Ciri koperasi yang berbadan hukum adalah memiliki akta pendirian. Koperasi yang mempunyai badan hukum berhak melakukan tindakan hukum. Misalnya, melakukan perjanjian dengan pihak lain, kemudian bila ada masalah bisa menuntut dan dituntut ke pengadilan.
Tujuan dan manfaat koperasi
a. Memajukan kesejahteraan anggota
b. Memajukan kesejahteraan masyarakat
c. Membangun tatanan ekonomi nasional
Macam-Macam Koperasi
Koperasi dapat kita kelompokkan berdasarkan jenis usahanya, keanggotaannya dan tingkatannya.
1. Berdasarkan jenis usahanya
Berdasarkan jenis usahanya koperasi dapat kita bedakan sebagai berikut:
a. Koperasi produksi
Koperasi jenis ini melakukan usaha produksi atau menghasilkan barang. Barang-barang yang dijual di koperasi adalah hasil produksi anggota koperasi. Bagi para anggota yang memiliki usaha, dapat memasok hasil produksinya ke koperasi. Misalnya, berupa hasil kerajinan, pakaian jadi, dan bahan makanan.
b. Koperasi konsumsi
Koperasi ini menyediakan semua kebutuhan para anggota dalam bentuk barang antara lain berupa bahan makanan, pakaian, alat tulis atau peralatan rumah tangga.
c. Koperasi Simpan Pinjam (KSP)
Koperasi ini melayani para anggotanya untuk menabung dengan mendapatkan imbalan jasa. Bagi anggota yang memerlukan dana dapat meminjam dengan memberikan jasa kepada koperasi. Pengembalian pinjaman dilakukan dengan mengangsur. Jasa yang diberikan kepada
penabung dan jasa yang diterima koperasi dari peminjam sesuai dengan kesepakatan pada rapat anggota.
d. Koperasi Serba Usaha (KSU)
Koperasi Serba Usaha (KSU) terdiri atas berbagai jenis usaha. Seperti menjual kebutuhan pokok dan barang-barang hasil produksi anggota, melayani simpan pinjam dan pelayanan jasa.
2. Berdasarkan keanggotaannya
Berdasarkan keanggotaannya koperasi dapat dibedakan antara lain, sebagai berikut:
a. Koperasi Pegawai Negeri (KPN)
Koperasi ini beranggotakan para pegawai negeri baik pegawai pusat maupun daerah. Koperasi pegawai negeri didirikan untuk meningkatkan kesejahteraan para pegawai negeri.
b. Koperasi Pasar (Koppas)
Koperasi ini beranggotakan para pedagang pasar. Pada umumnya pedagang di setiap pasar mendirikan koperasi untuk melayani kebutuhan yang berkaitan dengan kegiatan para pedagang. Misalnya modal dan penyediaan barang dagangan. Di tingkat kabupaten atau provinsi terdapat Pusat Koperasi Pasar (Puskoppas) yang bertujuan memberikan bimbingan kepada koperasi pasar yang ada di wilayah binaannya.
c. Koperasi Unit Desa (KUD)
Koperasi Unit Desa beranggotakan masyarakat pedesaan. Koperasi ini melakukan kegiatan usaha bidang ekonomi terutama berkaitan dengan pertanian atau perikanan (nelayan). Beberapa usaha KUD, antara lain:
1)    Menyalurkan sarana produksi pertanian seperti pupuk, bibit tanaman, obat pemberantas hama, dan alat-alat pertanian.
2)    Memberikan penyuluhan teknis bersama dengan petugas penyuluh lapangan kepada para petani.
d. Koperasi Sekolah
Koperasi sekolah beranggotakan warga sekolah yaitu guru, karyawan, dan siswa. Koperasi sekolah biasanya menyediakan kebutuhan warga sekolah. Misalnya alat tulis menulis, buku-buku pelajaran, serta makanan. Keberadaan koperasi sekolah sangat penting. Selain menyediakan kebutuhan bagi warga sekolah, juga sebagai sarana pendidikan bagi siswa untuk belajar berorganisasi dalam bentuk usaha bersama.
3. Berdasarkan Tingkatannya
Berdasarkan tingkatannya koperasi dapat dibedakan sebagai berikut:
a. Koperasi primer
Koperasi primer merupakan koperasi yang beranggotakan orang-orang. Anggota koperasi primer paling sedikit 20 orang.
b. Koperasi sekunder
Koperasi sekunder merupakan koperasi yang beranggotakan beberapa koperasi. Koperasi sekunder meliputi:
·        Pusat koperasi
Pusat koperasi merupakan koperasi yang anggotanya paling sedikit lima buah koperasi primer dan berada di satu kabupaten/kota.
·        Gabungan koperasi
Gabungan koperasi merupakan koperasi yang anggotanya paling sedikit tiga buah pusat koperasi. Wilayahnya meliputi satu provinsi atau lebih.
·        Induk koperasi
Induk koperasi merupakan koperasi yang anggotanya paling sedikit tiga buah gabungan koperasi.
·        A. Fungsi Koperasi / Koprasi

·        1. Sebagai urat nadi kegiatan perekonomian indonesia
2. Sebagai upaya mendemokrasikan sosial ekonomi indonesia
3. Untuk meningkatkan kesejahteraan warga negara indonesia
4. Memperkokoh perekonomian rakyat indonesia dengan jalan pembinaan koperasi

·        B. Peran dan Tugas Koperasi / Koprasi

·        1. Meningkatkan tarah hidup sederhana masyarakat indonesia
2. Mengembangkan demokrasi ekonomi di indonesia
3. Mewujudkan pendapatan masyarakat yang adil dan merata dengan cara menyatukan, membina, dan mengembangkan setiap potensi yang ada



Sumber:
·        Koran suara karya (ekonomi dan bisnis)
·        Widya utama ( evi nor afifah, Erry febriansyah, Rochaeri )




Selasa, 21 Desember 2010

make-up untuk berbagai warna kulit


Make-up yang cocok untuk berbagai jenis kulit
1.  SEPUTIH SALJU

Siapa yang ga ingin punya kulit seputih salju? Kulit putih memang mempunyai efek yang bisa membuat pede kita selangit. Meskipun puth, bukan berarti cocok dengan segala warna makeup, salah-salah bisa bikn wajah jadi ga oke tuh…

·         Alas Bedak
Gunakan alas bedak sewarna kulit kita. Baurkan secara merata ke seluruh kulit. Jangan mengaplikaskan terlalu tebal karena bakal bikin wajah putih seperti topeng.

·         Bedak
Sama seperti alas bedak, pilih bedak sewarna kulit kita. Pilih bedak tabur untuk kesan natural, atau bedak padat untuk ke pesta atau ke acara formala lainnya.

·         Perona Pipi
Pilih warna peach untuk warna merah muda untu bagian tulang pipi, sapukan secara perlahan dan merata. Perona pipi sangat tepat untuk bikin si kulit putih lebih bersinar.

·         Perona Mata
Warna-warna cerah pas banget buat si kulit putih karna bikin wajah lebih ‘ hidup’ dan bisa menghindari kesan putih pucat. Untuk sehari-hari, coba aplikasikan warna peach, lalu bingka dengan warna putih di bagian pangkal dalam dan atas kelopak mata sebagai highlight

·         Lipstik
Oleskan lipstick merah muda atau peach. Tambahkan lip gloss untuk kesan mengilat.

DON’Ts:
Ø  Warna-warna nude (pucat) pada bagian mata dan bibir bikin wajah ga bersnar
Ø  Alas bedak dan bedak dengan warna lebih muda atau lebih tua dari warna asli kulit, bisa terlihat seperti memakai topeng (ga banget dech…)

2.  SI  KUNING LANGSAT

Beruntunglah kita yang mempunyai warna kuning langsat karna mudah mengaplikasikan warna makeup untuk wajah. Kita yang punya warna kulit ini bisa banget bermain  warna, khusunya di bagian mata dan bibir.

·         Alas Bedak
Pakai alas bedak sama dengan warna kulit. Pilih alas bedak ringan jika ingin tampl natural.
·         Bedak
Pilh bedak yang sewarna dengan kulit kita
·         Perona Pipi
Pilih warana merah muda atau coklat muda, agar wajah terlihat segar dan bersinar
·         Perona Mata
Kulit kuning langsat bisa bermain banyak warna. Warna ungu muda atau pink bisa jadi pilihan tepat.
·         Lipstick
Pakai lipstick warna merah muda atau samakan dengan warna perona ppi.

DON’Ts:
Ø  Bedak  di bawah atau di atas warna kulit dan mengaplikasikan terlalu tebal bikin wajah seperti topeng
Ø  Memakai warna terlalu pucat atau nude untuk mata dan bibir sekaligus bikin wajah ga bersinar.

3.  SI SAWO MATANG

Kulit sawo matang puya banyak pilihan untuk makeup karena berada di tengah-tengah. Asal pintar memulas wajah, kulit sawo matang pun akan tetap bersinar cantik.

·         Alas Bedak
Pilih alas bedak setingkat di bawah warna kulit kita. Lebih baik menggunakan alas bedak berbahan dasar air.

·         Bedak
Pakai bedak senada warna kulit asli kita. Bisa juga disesuiakan warna alas bedak.

·         Perona Pipi
Warna terang seperti coklat kemerahan atau gelap seperti coklat muda bisa dipakai untuk kulit sawo matang, karena bikin wajah dan tulang pipi lebih menonjol dan bersinar

·         Perona Mata
Pilih warna yang ga terlalu terang pada kelopak mata. Warna coklat muda bisa jadi pilihan tepat, untuk atas kelopak mata, baurkan warna putih dngan efek shimmer agar lebih cerah.

·         Lipstick
Banyak warna yang bisa dipilih untuk si sawo matang.coklat kemerahan, merah plum atau coklat muda oke banget di bibir sawo matang. Jangan lupa tambahkan lip gloss agar warna lipstick lebih tahan lama.

DON’Ts:
Ø  Memakai alas bedak atau bedak setingkat diatas warna kulit bikn kult jadi lebih gelap
Ø  Memakai warna peach pada bibir bikin wajah suram

4.  HITAM MANIS

Enggak perlu minder, deh, punya kulit gelap. Kalu kita tau triknya, kulit gelap bisa jadi eksotis.

·         Alas Bedak
Pilh alas bedak senada atau setingkat di bawah warna kulit dan berbahan dasar air serta oil-free, karena minyak akan terlihat jelas pada kult gelap

·         Bedak
Gunakan selalu bedak tabur untuk mencegah kult berminyak dan mengkilap. Untuk kesan formal atau pesta, boleh pilh two-way cake powder

·         Perona Pipi
Gunaka warna deep rose atau apricot, karena bikin tulang pipi lebih menonjol

·         Perona Mata
Pilih warna abu-abu dan coklat pada kelopak mata bawah, sedangkan untuk shimmer pada mata atas, gunakan warna silver, bronze dan tarakota. Sapukan warna putih pada ujung mata dalam agar lebih menonjol.

·         Lipstick
Gunakan warna coklat muda untuk sehari-hari sedangkan untuk riasan malam hari, gunakan warna apricot, blackberry dan merah.

DON’Ts:
Ø  Alas bedak satu tingkat di atas warna kult, karena bikin wajag belang dengan leher/kult asli kita.
Ø  Warna terlalu terang pada mata dan bibir, bisa bikin kulit jadi lebih gelap.
Ø  Menggunakan lebih dari 2 warna pada mata bikin mata terlihat ‘berat’
Ø  Memilih warna peach atau orange pada bibir bikin kulit lebih gelap.







Sumber: Hias Rias (majalah Cita Cinta)

Tugas 8



1.     Dalam bisnis internasional dikenal 2 transaksi bisnis internasional yaitu :
a)      Perdagangan internasional (international trade)
b)      Pemasaran internasional (international marketing)
Jelaskan apa beda kedua transaksi tersebut ?

a)      perdagangan internasional
Perdagangan internasional adalah proses tukar menukar yang didasarkan atas kehendak sukarela dari masing-masing Negara. Adapun motifnya adalah memperoleh manfaat perdagangan atau gains of tride.
b)      Pemasaran internasional
Penerapan konsep, prinsip, aktifitas, dan proses manajemen pemasaran dalam rangka penyaluran ide, barang atau jasa perusaahaan kepada konsumen di berbagai Negara

2.     Coba jelaskan bagaimana tahap-tahap dalam memasuki bisnis internasional, dimulai daritahap yang paling sederhana yang tidak mengandung resiko sampai dengan tahap yang paling kompleks dan mengandung resiko bisnis yang tinggi ? (6)

a)      Ekspor Insidentil
b)      Ekspor Aktif
c)       Penjualan Lisensi
d)      Franchising
e)      Pemasaran di Luar Negeri
f)       Produksi dan Pemasaran di Luar Negeri


a)      EKSPOR INSIDENTIL (INCIDENT At EXPORT)
Dalam rangka untuk masuk ke dalam dunia bisnis Internasional suatu perusahaan pada umumnya dimulai dari suatu keterlibatan yang paling awal yaitu dengan melakukan ekspor insidentil. Dalam tahap awal ini pada umumnya terjadi pada saat adanya kedatangan orang asing di negeri kita kemudian dia membeli barang-barang dan kemudian kita harus mengirimkannya ke negeri asing itu.
b)      EKSPOR AKTIF (ACTIVE EXPORT)
Tahap terdahulu itu kemudian dapat berkembang terus dan kemudian terjalinlah hubungan bisnis yang rutin dan kontinyu dan bahkan transaksi tersebut makin lama akan semakin aktif. Keaktifan hubungan transaksi bisnis tersebut ditandai pada umumnya dengan semakin berkembangnya jumlah maupun jenis komoditi perdagangan Internasional tersebut. Dalam tahap aktif ini perusahaan negeri sendiri mulai aktif untuk melaksanakan manajemen atas transaksi itu. Tidak seperti tahap awal di mana pengusaha hanya bertindak pasif. Oleh karena itu dalam tahap ini sering pula disebut sebagai tahap “ekspor aktif", sedangkan tahap pertama tadi disebut tahap pembelian atau “Purchasing".

c)       PENJUAlAN LISENSI (LICENSING)
Tahap berikutnya adalah tahap penjualan Iisensi. Dalam tahap ini Negara pendatang menjual lisensi atau merek dari produknya kepada negara penerima. Dalam tahap yang dijual adalah hanya merek atau lisensinya saja, sehingga negara penerima dapat melakukan manajemen yang cukup luas terhadap pemasaran maupun proses produksinya termasuk bahan baku serta peralatannya. Untuk keperluan pemakaian lisensi tersebut maka perusahaan dan negara penerima harus membayar fee atas lisensi itu kepada perusahaan asing tersebut.

d)      FRANCHISING
Tahap berikutnya merupakan tahap yang lebih aktif lagi yaitu perusahaan di suatu negara menjual tidak hanya lisensi atau merek dagangnya saja akan tetapi lengkap dengan segala atributnya termasuk peralatan, proses produksi, resep-resep campuran proses produksinya, pengendalian mutunya, pengawasan mutu bahan baku maupun barang jadinya, serta bentuk pelayanannya. Cara ini sering dikenal sebagai bentuk "Franchising". Dalam hal bentuk Franchise ini maka perusahaan yang menerima disebut sebagai "Franchisee" sedangkan perusahaan pemberi disebut sebagai "Franchisor". Bentuk ini pada umumnya berhasil bagi jenis usaha tertentu misalnya makanan, restoran, supermarket, fitness centre dan sebagainya.
e)      PEMASARAN DI LUAR NEGERI

Tahap berikutnya adalah bentuk Pemasaran di Luar negeri. Bentuk ini akan memerlukan intensitas manajemen serta keterlibatan yang lebih tinggi karena perusahaan pendatang (Host Country) haruslah betul-betul secara aktif dan mandiri untuk melakukan manajemen pemasaran bagi produknya itu di negeri asing (Home Country). Lain dengan tahap-tahap sebelumnya maka manajemen pemasaran masih tetap berada dalam tanggung jawab dari perusahaan di negara penerima. Dalam hal itu maka perusahaan itu akan mengetahui lebih pasti tentang perilaku konsumennya yang tidak lain dan tidak asing baginya karena mereka adalah juga orang-orang setempat atau penduduk setempat pula. Lain halnya dalam tahap ini maka pengusaha pendatang yang nota bene adalah orang asing harus mampu untuk mengetahui perilaku serta kebiasaan yang ada di negeri penerima itu sehingga dapat dilakukan program-program pemasaran yang efektif. Tahap ini sering pula disebut sebagai tahap “Pemasaran Aktif” atau “Active Marketing”.

f)       PRODUKSI DAN PEMASARAN DI LUAR NEGERI (Total International Business)

Tahap yang terakhir adalah tahap yang paling intensif dalam melibatkan diri pada bisnis internasional yaitu tahap “Produksi dan Pemasaran di Luar Negeri”. Tahap ini juga disebut sebagai “Total International Business”. Bentuk inilah yang menimbulkan MNC (Multy National Corporation) yaitu Perusahaan Multi Nasional. Dalam tahap ini perusahaan asing datang dan mendirikan perusahaan di negeri asing itu lengkap dengan segala modalnya, Ialu melakukan proses produksi di negeri itu, kemudian menjuaI hasil produksinya itu di negeri itu juga dan bahkan mungkin lalu dijualnya ke negara asing lagi sebagai ekspor dari negeri penerima tersebut. Bentuk ini memiliki unsur positif bagi negara yang sedang berkembang karena dalam bentuk ini negara penerima tidak perlu menyediakan modal yang sangat banyak untuk mendirikan pabrik tersebut yang pada umumnya negara berkembang masih miskin dana untuk pembangunan bangsanya.
Suatu negara yang ingin melindungi salah satu cabang industrinya di dalam negeri akan selalu mengenakan tarif bea masuk yang tinggi terhadap masuknya barang-barang hasil industri yang bersangkutan dari negara asing ke negerinya itu. Hal ini wajar karena apabila tidak maka impor barang hasil industri dari negara asing itu akan menyaingi dan kemudian mematikan cabang industri tersebut di dalam negerinya sendiri. Tarif bea masuk tersebut akan diberlakukan sedemikian rupa tingginya sehingga menjadikan harga jual barang-barang yang diimpor itu nanti akan lebih tinggi daripada harga barang tersebut yang dibuat oleh industri di dalam negerinya sendiri itu.

3.     Hambatan apa saja yang ditemui dalam memasuki bisnis internasional ? ( min 5)

Melaksanakan bisnis internasional tentu saja akan lebih banyak memiliki hambatan ketimbang di pasar domestic. Negara lain tentu saja akan memiliki berbagai kepentingan yang sering kai menghambat terlaksannya transaksi bisnis internasional. Disamping itu kebiasaan atau budaya Negara lain tentu saja akan berbeda dengan negeri sendiri. Oleh karena itu maka terdapat beberapa hambatan dalam bisnis internasional yaitu :
1)      Batasan perdagangan dan tariff beamasuk
2)      Perbedaan bahasa, social budaya/cultural
3)      Kondisi politik dan hokum/perundang-undangan
4)      Hambatan operasional
5)      Kurang percayanya Negara maju dengan produk  Negara berkembang
6)      Produk-produk yang dikeluarkan kalah saing dengan produk Negara maju
7)      Modal kalah besar dengan Negara maju
8)      Teknologi yang digunakan juga kalah saing dengan Negara maju 
9)Kurangnya pengetahuan tentang Bisnis Internasional



 sumber:
http://okayana.blogspot.com/2009/08/pengertian-perdagangan-internasional.html
http://aspiandi.wordpress.com/2009/06/01/pengertian-pengertian-pemasaran-internasional/